
Setelah memperbanyak sedekah dan tadarus,amalan utama bulan ramadhan yang sangat di anjurkan adalah tadarus al-Qur’an.
AL-Qur’an adalah sumber dari segala sumber petunjuk bagi umat manusia. Hanya saja untuk mendapat petunjuk tidak ada jalan lain kecuali membacaanya lewat membacalah petunjuk Al-Qur’an itu akan di temukan,yang pada gilirannya akan menghantarkan manusia pada kehidupan yang hasanah di dunia dan hasanah di akhirat.
Sehubungan dengan penekanan untuk membaca al-Qur’an, maka bulan ramadhan yang merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an haruslah dioptimalkan untuk membacanya (tadarus). Situasi dan kondisi Ramadhan yang khidmat cukup memberikan jaminan bagi setiap muslim yang membaca untuk memperolah hidayah Allah.
Hanya saja perlu pemahaman tentang tadarus perlu ditata ulang, sebab-sebab amal ini yang berkembang di masyarakat adalah sekedar membaca lafal (huruf) saja. Sehingga bila sudah membaca secara ladziah dianggap sudah cukup, padahal yang dikehendaki adalah lebih dari pada itu,maka dari itu setelah membaca, tingkatkan dengan memahami arti dan maknanya, setelah itu pelajari tafsirnya dan disinilah makna tadarus yang sesungguhnya yang di lakukan secara berkelompok (tidak sendirian).
Pada zamannya Rasullah SAW senantiasa bertadarus Al-Qur’an yang kadang – kadang dibimbing langsung oleh malaikat Jibril sebagaimana diterangkan dalam hadis riwayat Bukhori dan Muslim, dari itu Abas Ra. ia berkata ,
“Dan adalah malaikat Jiblil menemui beliau (Nabi SAW) pada setiap malam selama Ramadhan, lalu mengajaknya menderas (tadarus ) Al-Qur’an . Kalau RasullahSAW yang dapat dibatalkan Al-Qur’an berjalan dengan manusia maklum saja, juga tidak melewatkan malam-malam Ramadhan kecuali dengan tadarus Al-Qur’an, lalu bagaimana dengan kita?
SELAMAT BERTADARUS
| < Prev | Next > |
|---|