Bidang Social and Dakwah Services memiliki focus gerak pelayanan dalam bidang sosial dan dakwah yang diwujudkan melalui program :

  • PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem)

Nama PKO (dengan kepanjangan menggunakan ejaan lama) mengacu kepada nama aksi pelayanan sosial Muhammadiyah periode kepemimpinan KH. Ahmad Dahlan. Dengan spirit tersebut, LAZISMU meluncurkan unit kerja baru dengan nama PKO yang memiliki core aktifitas dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat dan penanganan bencana.

PKO merupakan pengembangan dari divisi kerja ACK (Aksi Cepat Kemanusiaan) LAZISMU yang bertugas sebagai unit ganggap darurat pertolongan korban bencana.

Sebagai unit Tanggap Darurat, ACK sejak tahun 2004 telah berperan aktif dalam menolong korban diberbagai bencana di Indonesia seperti Aceh, Gempa Jogja, banjir Jakarta, gempa Tasikmalaya dan bencana diberbagai daerah lainnya.

Terakhir, ACK LAZISMU bersama seluruh eksponen Muhammadiyah berperan aktif dalam penanganan bencana di Sumatera Barat dari proses tanggap darurat, rehabilitasi hingga rekonstruksi.

Agar aksi layanan sosial mampu berjalan secara fungsional dan sistematik, maka tahun 2010 ACK berubah nama PKO ( Penolong Kesengsaraan Oemoem) yang memiliki tugas dan peran yang lebih luas yakni penanganan layanan kesehatan masyarakat dan bencana.

 

Dalam layanan kesehatan masyarakat, PKO memiliki aktifitas program meliputi :

a.        Layanan Kesehatan Keliling.

b.       Bantuan berobat dan pengobatan.

Dalam penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan seperti kelaparan dan peperangan, PKO memiliki aktifitas program yang dibagi dalam 3 tahap:

a.        Tahap tanggap darurat (evakuasi, bantuan makanan, pengobatan dan tenda darurat)

b.       Tahap Rehabilitasi : (terapi psiko-sosial, fungsionalisasi sistem sosial ekonomi)

c.        Rekonstruksi : Perbaikan infrastruktur, pengembagan ekonomi masyarakat.

Peluang Partisipasi & Kemitraan :

a.        Masyarakat   : donasi kemanusiaan

b.       Perusahaan   : donasi kemanusiaan dan  kemitraan program rekonstruksi.

c.        Instansi lainnya : donasi kemanusiaan dan kemitraan program rekonstruksi.

  • DA’I MANDIRI

Da’i Mandiri adalah program pengiriman Juru Dakwah di wilayah pedalaman dan kawasan suku terasing melalui sistem community development. Da’i Mandiri adalah konsep gerakan dakwah melalui pendekatn pemberdayaan masyarakat.

Aktifitas program Da’i Mandiri meliputi :

a.        Bantuan sarana dan prasarana dakwah

b.       Pelatihan Community Development untuk da’i (Juru Dakwah)

c.        Tunjangan hidup dan bantuan permodalan usaha untuk da’i (Juru Dakwah)

Bantuan permodalan usaha untuk da’i dimaksudkan sebagai upaya pembangunan kemandirian ekonomi juru dakwah  sehingga mereka akan semakin berkhitmad dalam upaya syiar Islam dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini telah berjalan sejak tahun 204 dan telah berhasil mengirimkan Juru Dakwah kepedalaman sebanyak 494 Da’i.

Peluang Partisipasi :

Anda dapat berpartisipasi dalam program ini melalui pemberian donasi (zakat dan infaq) serta bantuan sarana-prasarana dakwah.

  • PENGAJIAN KOMUNITAS HATI

Pengajian Komunitas Hati adalah aktifitas pengajian yang dilaksanakan oleh LAZISMU di gedung-gedung perkantoran. Selain pengajian, program ini juga menfasilitasi pembentukan komunitas pengajian yang akan melakukan aktifitasnya secara sistematis dan rutin.

Pengajian Komunitas Hati lebih diutamakan pada pemilihan tema-tema sederhana, actual dan tema motivasional. Tujuan program ini adalah menyemaikan nilai-nilai Islam untuk membangun pribadi unggul, berkarakter dan beretos kerja tinggi.

LAZISMU membuka kesempatan bagi Majelis Taklim Perkantoran, kelompok karyawan maupun komunitas ekskutif untuk menyelenggarakan Pengajian Komunitas Hati.

Follow us on Twitter