ImageSOSOK yang satu ini adalah sahabat dekat LAZISMUH. Hal menarik saat berbincang dengan beliau adalah cerita-ceritanya tentang pengalaman hidup. Banyak inspirasi yang diperoleh oleh bapak tiga orang anak ini.

Suatu ketika, Wahzary Wardaya ditanya oleh sahabat lamanya, seorang peneliti gerakan Islam di Indonesia dari Jepang, Prof. Mitsuo Nakamura. Apa pengaruh (baca: agama) Islam bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan?. Pertanyaan tersebut menggelitik pikiran dan memaksa beliau untuk merenung.

Singkat cerita, pemikiran pak Wahzari mengarah kepada zakat. Ya, zakat adalah salah satu instrumen dalam Islam yang dapat dipergunakan untuk mensejahterakan masyarakat. Tentunya, zakat yang ada harus dikelola secara profesional dan didayagunakan melalui usaha-usaha yang produktif.

Sejak saat itulah, pria yang hobi olah raga tennis dan menonton teater ini mulai tertib menunaikan zakat. Dan lembaga yang dipilih untuk mengelola   zakat tersebut adalah LAZISMUH. 

Sudah 5 tahun lebih beliau menyalurkan zakat dan infaqnya  melalui LAZISMUH dan Alhamdulillah, selama itu pula  beliau merasa puas, karena program-program LAZISMUH secara keseluruhan -memang- sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Program-program yang dilaksanakan oleh LAZIS Muhammadiyah secara keseluruhan bagus” tutur beliau saat menerima Crew eMHa dikantornya.

Wahzary Wardaya lahir di Kotagede Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 1950. Hidup dalam lingkungan religius yang kuat, masa kecil nya dihabiskan di kota Gudeg tersebut.

Pada tahun 1979, beliau mulai hijrah ke Jakarta, tepatnya setelah lulus Sarjana Ekonomi UGM. Selama dua tahun dalam rangka Program Colombo Plann, beliau ditugaskan ke Australia untuk mengikuti training di The Securities Institute of Australia, Sydney, Unit Trust Conference di London dan New Financial Instruments for Development di Washington DC, Amerika Serikat. Sampai akhirnya  menjadi orang  paling penting di sebuah BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan. Beliau saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Danareksa Sekuritas.

Dalam pandangan pria santun ini bahwa setiap muslim harus melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan Nya. Kewajiban sebagai seorang muslim itulah yang membimbingnya kini untuk tetap istiqomah menjalani pekerjaan yang diembannya. “Pekerjaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya” Ungkapnya.

Sikap amanah dan kesederhanaan hidup yang ditunjukkan  beliau telah memberi inspirasi bagi orang-orang didekatnya. Dengan rendah hati, beliau mengatakan bahwa dirinya ingin belajar menjadi orang yang ber-taqwa.

“Jika nilai-nilai kesadaran juga iman itu sudah masuk ke dalam hati nurani, maka panggilan untuk berzakat dan berinfaq merupakan bagian dari dakwah yakni  dakwah bil amal. Dan apapun yang diberikan misalnya jabatan, rezeki, kedudukan, semua adalah amanah dari  Tuhan. Jadi perlu ikhlas untuk berbagi dengan orang lain” tuturnya.

Ketika diminta komentarnya mengenai LAZISMU, bapak Wahzary memberi saran agar LAZISMU lebih inovatif merancang program-programnya, sehingga harapan dan keinginan setiap muzaki dapat tercover didalamnya.

“Untuk ke depannya, kami harapkan Lazis Muhammadiyah juga menawarkan program-program yang bersifat customize, artinya sesuai dengan harapan para muzaki, sehingga mereka akan lebih tertarik,” ungkapnya dengan optimis. (Weny)

Follow us on Twitter