Makassar - Mencetak ulama, pengusaha, ahli pertanian dan peternakan merupakan prioritas utama dalam pembinaan santri yang saat ini berjumlah 600 orang demikian ungkap M.H.Thamrin, kepala SMP Muhammadiyah Pesantren Pembangunan Tanatoraja melalui surat elektronik, Sabtu (29/05).
Pesantren ini sejak di resmikan 1990 oleh Almarhum Lukman Harun, menggunakan sistem pendidikan dengan kurikulum berbasis pesantren telah berhasil melahirkan banyak alumni, namun dalam proses perkembangannya mengalami pasang surut karena persoalan fundraising dan kondisi pesantren yang berada pada wilayah minoritas umat Islam, tapi kini telah bangkit kembali dengan dukungan pengusaha sukses yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tanatoraja, M. Yunus Kadir.
Dalam membangun semangat kewirausahaan, manajemen pesantren telah bekerjasama dengan LSM APIKRI Yogyakarta dan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
“Harapannya para santri memiliki pengetahuan ke-Agamaan yang dalam, mandiri (enterpreneur), pengetahuan pertanian, peternakan dan kreatifitas, termasuk keahlian membuat batik” papar kepala sekolah setengah baya ini. (Md)
| < Prev | Next > |
|---|

