Makassar- Majelis Pemberdayaan Mayarakat Sulawesi Selatan, akan melaksanakan panen ikan Bandeng sebagai wujud pemberdayaan masyarakat petani di wilayah Pangkep, Sulawesi Selatan, demikian disampaikan wakil sekretaris MPM Sulsel Arfah Pataoe saat di temui muhammadiyah.or.id di rumahnya, Rabu malam, (16/01/2008).

Pada daerah Bungoro, Pangkep, MPM melihat lahan yang dulunya rusak diubah menjadi lahan produktif untuk tambak ikan, menurut Arfah, langkah pengembalian kondisi tanah tersebut adalah dengan pemberian pupuk organik pada setiap bagian tanah, dengan kembali suburnya tanah, maka makhluk-makhluk hidup lain seperti tumbuhan kecil dan cacing, dapat tumbuh serta dapat menyuplai makanan bagi ikan-ikan yang di tambak. Lebih lanjut menurut Arfah, pemberian pakan juga dilakukan dengan pakan cair, hasil dari fermentasi sisa makanan, gula dan buah busuk yang sangat mudah dicari. "Saat ini kita menggunakan pakan cair yang dibuat dari sisa makanan dan buah-buahan busuk di sekitar kita, yang kemudian di fermentasi kurang lebih setengah bulan," ungkapnya. Dengan cara produksi semacam ini menurut Arfah, dapat menurunkan ongkos produksi, ditambah dengan hasil ikan yang siap panen juga lebih singkat dari biasanya. "Kalau tanpa pemulihan tanah dan pakan cair itu (hasil fermentasi), untuk ikan yang siap panen bias membutuhkan waktu 5-6 bulan, dengan cara ini hanya dibutuhkan waktu 3 bulan," terangnya.

Menurut sekretaris MPM Sulawesi Selatan M.Yunus, panen perdana ikan bandeng yang akan dilaksanakan di Bungoro, Pangkep ini, akan di lakukan langsung oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin usai pembukaan Konferensi Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah yang juga dilaksanakan di Sulawesi Selatan. "Rencananya Pak Din akan menuju Pangkep setelah membuka acara IRM di Makassar, dan akan didampingi oleh ketua MPM Pusat Said Tahuleley," terangnya.(mac).

Facebook Fanbox 1.5.x.0
Follow us on Twitter