Lima tahun terakhir, kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Surabaya makin memprihatinkan. Penduduk kota Surabaya sudah mencapai 2,8 juta jiwa. Sekitar 11,8 persen angka pengangguran, serta untuk kasus gizi buruk menunjukkan angka tertinggi di Surabaya. Di wilayah Surabaya Barat tepatnya di kecamatan Tandes, terdapat kasus gizi buruk sebanyak 225 anak, usia di bawah lima tahun (balita), disusul kemudian kecamatan Pakal sebanyak 82 balita, Benowo 26 balita, Sambikerep 29 balita, Lakarsantri 16 balita dan Dukuh Pakis 20 balita. Tingkat pendidikan yang rendah juga mengakibatkan mutu sumberdaya manusia menjadi rendah, dan mengakibatkan banyaknya pengangguran.
Sementara itu, potensi dana ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) di kota Surabaya begitu besar namun karena pengelolaannya masih konvensional, hal ini belum dapat mensejahterakan masyarakat kota Surabaya. Dapat diambil contoh, jika dalam seminggu dapat menghimpun Rp. 10.000 dari 50% total jumlah penduduk (sekitar 1 juta orang), maka setiap pekan dapat menghimpun dana ZIS sebesar 10 milyar. Potensi ini sungguh luar biasa dan jika pengelolaan ini dilakukan secara terorganisir, profesional dan akuntabel maka jumlah ini dapat mensejahterakan masyarakat kota Surabaya.
Melihat kondisi masyarakat kota Surabaya yang masih banyak dalam kategori miskin, dan potensi dana ZIS yang begitu besar, anak-anak muda Muhammadiyah berinisiatif mendirikan suatu lembaga yang berfungsi menghimpun, mengelola serta mendayagunakan secara transparan, profesional dan akuntabel. Dengan semangat dan ketulusan hati anak-anak muda tersebut, terbentuklah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) kota Surabaya.
Lembaga ini didedikasikan untuk menghimpun, mengelola serta mendayagunakan dana ZIS secara transparan, profesional dan akuntabel serta sesuai syariat Islam. Program-program yang direncanakan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota surabaya seperti program pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, bantuan untuk pengobatan, santunan anak-anak yatim piatu dan lain-lain.
LAZISMU kota Surabaya berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan dan kebodohan masyarakat kota Surabaya. Berbagai upaya program dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Surabaya. Lembaga yang mempunyai visi sebagai lembaga dana sosial islam yang amanah, profesional serta peduli kepada umat guna membangun manfaat dunia dan akhirat sesuai ajaran Islam berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah. Lazis kota Surabaya ini juga turut berperan aktif dalam hal dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan eknomi umat.
Lembaga ini didirikan tahun 2007, namun hingga bulan Agustus 2008 jumlah muzaki LAZISMU kota Surabaya sebesar 735 orang. Kepercayaan masyarakat kota Surabaya terhadap LAZISMU sangat baik karena memang LAZISMU setiap bulan mengirimkan majalah ke seluruh muzaki sebagai media komunikasi, laporan serta publikasi kegiatan. Walaupun penghimpunannya belum begitu besar, namun partisipasi para muzaki di sekitar Surabaya sungguh membanggakan. Dengan slogan amanah, professional dan peduli, LAZISMU Surabaya semakin mantap dan terpercaya dimata publik. {Ihsan}
| < Prev | Next > |
|---|