JEJARING FRESH NEWS

BTM PASAR KEMIS, PELOPOR PEMBERDAYAAN EKONOMI KECIL

PUKUL 14.00, waktu setempat. Terlihat kesibukan di salah satu kantor Baitu Tamwil Muhammadiyah (BTM) di wilayah Banten. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) ini bernama BTM Pasar Kemis berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang. Sejumlah pedagang kecil dan menengah berdatangan. Wajah-wajahnya ramah. Tersenyum penuh arti. Seolah menatap masa depan gemilang yang tak lama lagi dihampirinya.
Last Updated on Saturday, 06 March 2010 00:36

LAZISMU Garut, Menopang Dakwah secara Komprehensif

LAZISMU Garut,  Menopang Dakwah secara Komprehensif DAKWAH menyeru kepada Allah Swt. adalah keharusan syari’ah dan kebutuhan manusia untuk membersihkan mereka dari kerusakan yang tampak di daratan, di lautan, dan di mana saja. Allah Swt. telah memerintahkan hal itu kepada kita dengan firman-Nya:  “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (ali-‘Imran [3]: 104) Rasulullah Saw. pun bersabda,  “Barangsiapa melihat kemunkaran maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka dengan lisannya. Dan jika dia tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (Riwayat Muslim) Ayat al-Qur’an dan hadis Rasulullah tersebut ingin menegaskan bahwa aktivitas dakwah sebetulnya dapat dilakukan dalam berbagai dimensi dan lini kehidupan sesuai dengan perkembangan zaman. Bila saat ini masyarakat kita diramaikan dengan fenomena situs perkenalan facebook ataupun media internet lainnya, maka aktivitas zakat pun semestinya mampu menjangkaunya. Artinya, aktivitas dakwah tak hanya sebatas dengan lisan dan perbuatan, tapi juga bisa berbentuk multimedia. Tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, social service (panti asuhan, rumah sakit dan sebagainya) dan pemberdayaan ekonomi, tapi juga teknologi internet. Untuk itulah, siapapun dan di manapun harus ada orang-orang yang mau dan mampu menjaga spirit dakwah tersebut. Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut,  di sana sempat muncul kekhawatiran akan aktivitas dakwah yang semakin besar tantangannya seiring perkembangan zaman. Untunglah, atas kepedulian sejumlah tokoh masyarakat yang setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terbersitlah ide memperkuat lembaga amil zakat, infak dan sedekah (LAZISMU)  yang diharapkan dapat menopang aktivitas dakwah.  “Zakat, infak dan sedekah memang seharusnya menjadi jembatan untuk memperkuat basis dakwah,” demikian tutur Subhan (Ketua Dewan Pengurus LAZISMU Garut). Dengan adanya LAZISMU di Garut, aktivitas dakwah yang dilakukan oleh sekitar 12 da’i khusus ke daerah Garut Selatan bisa terus dijalankan. Meski LAZISMU Garut baru seumur jagung, namun manfaat keberadaannya telah mulai dapat dirasakan oleh warga sekitar kabupaten Garut. Untuk program awal, selain menopang aktivitas dakwah para da’i khusus, LAZISMU Kabupaten Garut juga akan segera memberi bantuan pendidikan kepada 30 siswa sekolah dasar di daerah kabupaten Garut. Sementara itu, Wakil Ketua LAZISMU Garut menuturkan bahwa ke depan, guna mendukung program pemberdayaan ekonomi Pemprov. Jawa Barat, LAZISMU Garut akan segera meluncurkan agenda pembentukan kelompok peternak guna mengembangkan lumbung domba.  “Selain itu, kami juga akan membuat program kredit tanpa bunga dengan skim qardul hasan untuk para pedagang pasar. Program ini dikhususkan untuk menghadang para rentenir yang biasa mencekik para pedagang pasar dengan kredit berbunga tinggi,” tambah pria ramah, yang merupakan Kepala Desa Dayeuh Nanggung, Cilawu Garut ini. Akivitas dakwah pun pada akhirnya dapat dilakukan secara konfrehensif, tak cuma sekadar nahyi ‘anil munkar, tapi juga sebagai amr bil ma’ruf (baik berupa pendidikan, social service, dan pemberdayaan ekonomi) seperti yang dilakukan oleh LAZISMU Kabupaten Garut. (mrf)
Last Updated on Monday, 01 March 2010 07:33

SMK Muhammadiyah 6 Modo, Membangun Kultur Wirausaha Berbasis Peternakan

Lamongan – Mewujudkan insan mandiri, produktif dan profesional dalam bingkai Islam demikian cita-cita Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 6 Modo. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah kejuruan Muhammadiyah yang membina jurusan peternakan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kecamatan Modo ditempuh sekitar 30 menit mengendarai mobil dari pusat kota Lamongan.

Kepala SMK Muhammadiyah 6 Modo, Muhammad Su’ud, ketika ditemui oleh redaksi, rabu (22/07) mengatakan bahwa SMK Muhammadiyah 6 ini berdiri sejak tahun 1987. Saat ini sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah Cabang Modo ini memiliki 180 orang siswa jurusan peternakan.

“Guna membangun semangat dan kultur entrepreneurship, SMK Muhammadiyah 6 Modo menciptakan unit bisnis, yaitu penggemukan sapi. Saat ini kami sedang melakukan uji coba untuk pengembangan pupuk organik dan biogas menggunakan kotoran sapi yang kami miliki“ ceritanya kepada redaksi. (Md)

dr. Markus : Pemberdayaan Masyarakat Termasuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Bantul – Ketua PP Muhammadiyah, dr. Sudibyo Markus menyatakan bahwa seharusnya pengertian anak yatim dan orang miskin dalam Surat Al Maun seharusnya diperluas, sehingga pengamalannya bukan sekedar menyantuni namun juga memberdayakan mereka. Dalam sambutan pada acara Penyerahan Mesin Tetas dan Pinjaman Lunak tahap 2 Kelompok Ternak Buras Mandiri dan Sarasehan Peternak di Murtigading,  Sanden, Bantul  Rabu (24/06/2009) dr. Sudibyo Markus menyatakan bahwa karena hanya diartikan menyantuni saja pada mulanya banyak yang menganggap langkah pemberdayaan  bukanlah tugas Muhammadiyah.

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa  semenjak Muktamar Malang, 2005, Muhammadiyah dilengkapi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang bertugas memberdayakan masyarakat, bukan sekedar menyantuni anak yatim dan orang miskin yang sebelumnya sudah menjadi lahan garap Muhammadiyah. “Waktu itu ada yang menentang, mosok gerakan amar ma’ruf nahi munkar kok mengurusi pemberdayaan masyarakat” kisah dr. Sudibyo Markus kemudian.

Menurutnya, berkaitan dengan hal diatas, pada http://www.muhammadiyah.or.id/mambots/content/glossarbot/info.gifSidang Tanwir 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menantang Muhammadiyah agar juga menjadi kekuatan ekonomi. “Presiden SBY mengkritik Muhammadiyah sebagai gerakan dengan 500 Rumah Sakit, 14 Ribu Sekolahan namun kok masih lemah dalam gerakan ekonomi” terangnya. Untuk mendukung upaya itu, saat ini Majelis Tarjih sedang menyusun Fiqh Al Maun sebagai pedoman warga Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang Ekonomi.

Acara di Balai Desa Murtigading tersebut diprakarsai oleh Tim Penanggulangan Flu Burung PP Muhammadiyah dan Warga Masyarakat Murtigading.  Pada acara tersebut diserahkan Mesin Tetas dari PP Muhammadiyah kepada Kelompok Peternak, Kredit Lunak Tahap Kedua untuk peternak dihadapan Lurah  Desa Murtigading, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul, Ketua Komnas Flu Burung dan Pandemi Bayu Krisnamurti dan Manajer Program Tim Penanggulangan Flu Burung PP Muhammadiyah. (arif)

MDMC Bersama Dik Doank dalam World Environment Day 2009

Bandung - Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial – FISIP [HM IKS-FISIP] Unpad angkatan 2005 menyelenggarakan seminar yang mengangkat tema “Save Our Nation From Disaster” pada Hari Rabu dan Kamis, 11 Juni 2009. Pada hari kedua, MDMC [Muhammadiyah Disaster management Centre] menjadi salah satu nara sumber bersama Dik Doank dan Staf Pengajar Kesos FISIP-UNPAD.

Dalam acara kali ini, dengan sub-tema “Anak-anak berkembang di bawah baying-bayang bencana”, calon pekerja sosial dari UNPAD memaparkan sebuah kosnep tentang Rumah Anak Nusantara [RAN] yang akan focus pada pendampingan tumbuh kembang anak. MDMC yang diwakili oleh Barry Adhitya, Paski Hidayat dan Reza Arfah memaparkan aplikasi dari Awareness Campaign yang juga menjadi dasar pijakan RAN yang dilakukan oleh [HM IKS-FISIP UNPAD].

Melalui program CDASC [Child Disaster Awareness for Schools and Communities] MDMC telah banyak memberikan pembelajaran tentang pendidikan bencana di sekolah khususnya di SD/MI Muhammadiyah sesuai dengan kurikulum. Melalui CDASC juga telah ada pembelajaran membangun jamaah yang kuat dan tangguh terhadap bencana [resilience to disaster]. Sebelumnya salah satu tim mahasiswa KESOS FISIP-UNPAD juga telah melakukan penelitian di CDASC area Garut sebagai bahan penelitian akhirnya.

Beberapa upaya sinergi program selanjutnya akan dilakukan bersama antara MDMC dengan RAN, termasuk dengan rencana kunjungan MDMC bersama komunitas dampingan dari FASB Garut ke Kandank Jurank Doank sebagai wahana silaturahmi untuk saling bertukar model pendidikan untuk anak. /bb

Page 1 of 3

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »
You are here