JEJARING FRESH NEWS
BTM PASAR KEMIS, PELOPOR PEMBERDAYAAN EKONOMI KECIL
LAZISMU Garut, Menopang Dakwah secara Komprehensif
SMK Muhammadiyah 6 Modo, Membangun Kultur Wirausaha Berbasis Peternakan
Lamongan – Mewujudkan insan mandiri, produktif dan profesional dalam bingkai Islam demikian cita-cita Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 6 Modo. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah kejuruan Muhammadiyah yang membina jurusan peternakan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kecamatan Modo ditempuh sekitar 30 menit mengendarai mobil dari pusat kota Lamongan.
Kepala SMK Muhammadiyah 6 Modo, Muhammad Su’ud, ketika ditemui oleh redaksi, rabu (22/07) mengatakan bahwa SMK Muhammadiyah 6 ini berdiri sejak tahun 1987. Saat ini sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah Cabang Modo ini memiliki 180 orang siswa jurusan peternakan.
“Guna membangun semangat dan kultur entrepreneurship, SMK Muhammadiyah 6 Modo menciptakan unit bisnis, yaitu penggemukan sapi. Saat ini kami sedang melakukan uji coba untuk pengembangan pupuk organik dan biogas menggunakan kotoran sapi yang kami miliki“ ceritanya kepada redaksi. (Md)
dr. Markus : Pemberdayaan Masyarakat Termasuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Bantul – Ketua PP Muhammadiyah, dr. Sudibyo Markus menyatakan bahwa seharusnya pengertian anak yatim dan orang miskin dalam Surat Al Maun seharusnya diperluas, sehingga pengamalannya bukan sekedar menyantuni namun juga memberdayakan mereka. Dalam sambutan pada acara Penyerahan Mesin Tetas dan Pinjaman Lunak tahap 2 Kelompok Ternak Buras Mandiri dan Sarasehan Peternak di Murtigading, Sanden, Bantul Rabu (24/06/2009) dr. Sudibyo Markus menyatakan bahwa karena hanya diartikan menyantuni saja pada mulanya banyak yang menganggap langkah pemberdayaan bukanlah tugas Muhammadiyah.
Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa semenjak Muktamar Malang, 2005, Muhammadiyah dilengkapi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang bertugas memberdayakan masyarakat, bukan sekedar menyantuni anak yatim dan orang miskin yang sebelumnya sudah menjadi lahan garap Muhammadiyah. “Waktu itu ada yang menentang, mosok gerakan amar ma’ruf nahi munkar kok mengurusi pemberdayaan masyarakat” kisah dr. Sudibyo Markus kemudian.
Menurutnya, berkaitan dengan hal diatas, pada
Sidang Tanwir 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menantang Muhammadiyah agar juga menjadi kekuatan ekonomi. “Presiden SBY mengkritik Muhammadiyah sebagai gerakan dengan 500 Rumah Sakit, 14 Ribu Sekolahan namun kok masih lemah dalam gerakan ekonomi” terangnya. Untuk mendukung upaya itu, saat ini Majelis Tarjih sedang menyusun Fiqh Al Maun sebagai pedoman warga Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang Ekonomi.
Acara di Balai Desa Murtigading tersebut diprakarsai oleh Tim Penanggulangan Flu Burung PP Muhammadiyah dan Warga Masyarakat Murtigading. Pada acara tersebut diserahkan Mesin Tetas dari PP Muhammadiyah kepada Kelompok Peternak, Kredit Lunak Tahap Kedua untuk peternak dihadapan Lurah Desa Murtigading, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul, Ketua Komnas Flu Burung dan Pandemi Bayu Krisnamurti dan Manajer Program Tim Penanggulangan Flu Burung PP Muhammadiyah. (arif)
MDMC Bersama Dik Doank dalam World Environment Day 2009
Bandung - Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial – FISIP [HM IKS-FISIP] Unpad angkatan 2005 menyelenggarakan seminar yang mengangkat tema “Save Our Nation From Disaster” pada Hari Rabu dan Kamis, 11 Juni 2009. Pada hari kedua, MDMC [Muhammadiyah Disaster management Centre] menjadi salah satu nara sumber bersama Dik Doank dan Staf Pengajar Kesos FISIP-UNPAD.
Dalam acara kali ini, dengan sub-tema “Anak-anak berkembang di bawah baying-bayang bencana”, calon pekerja sosial dari UNPAD memaparkan sebuah kosnep tentang Rumah Anak Nusantara [RAN] yang akan focus pada pendampingan tumbuh kembang anak. MDMC yang diwakili oleh Barry Adhitya, Paski Hidayat dan Reza Arfah memaparkan aplikasi dari Awareness Campaign yang juga menjadi dasar pijakan RAN yang dilakukan oleh [HM IKS-FISIP UNPAD].
Melalui program CDASC [Child Disaster Awareness for Schools and Communities] MDMC telah banyak memberikan pembelajaran tentang pendidikan bencana di sekolah khususnya di SD/MI Muhammadiyah sesuai dengan kurikulum. Melalui CDASC juga telah ada pembelajaran membangun jamaah yang kuat dan tangguh terhadap bencana [resilience to disaster]. Sebelumnya salah satu tim mahasiswa KESOS FISIP-UNPAD juga telah melakukan penelitian di CDASC area Garut sebagai bahan penelitian akhirnya.
Beberapa upaya sinergi program selanjutnya akan dilakukan bersama antara MDMC dengan RAN, termasuk dengan rencana kunjungan MDMC bersama komunitas dampingan dari FASB Garut ke Kandank Jurank Doank sebagai wahana silaturahmi untuk saling bertukar model pendidikan untuk anak. /bb
More Articles...
Page 1 of 3

