Kulonprogo – Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Drs. Said Tuhuleley bersama Ketua Lazis Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Tohari bergantian menerangkan komitmen kerjasamanya dalam memberdayakan petani. Dalam acara penyerahan bantuan traktor kepada kelompok tani Ngipikrejo, Kec. Kalibawang, Kab. Kulonprogo, Yogyakarta mereka menerangkan bentuk kerjasamanya terutama dalam masa menjelang Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, Juli 2010 ini.

Hajriyanto Ahad (7/03/2010) itu menerangkan bahwa dana yang dihimpun oleh Lazis Muhammadiyah  yang ada saat ini perlu dialokasikan untuk ekonomi produktif, karena itu karena strategi Lazis Muhammadiyah dalam penyalurannya melalui perangkat organisasi Muhammadiyah, MPM lah salah satu lembaga Muhammadiyah yang diharapkan bisa menyalurkan dana khusus untuk ekonomi produktif tersebut.

Sementara itu  Said Tuhuleley memaparkan bahwa dukungan Lazis Muhammadiyah ini disambut baik oleh MPM. MPM sendiri dalam rangka Gebyar Muktamar Muhammadiyah Satu Abad nanti merencanakan tiga kali panen raya, yaitu perikanan di Wajo Sulawesi Selatan, padi sawah di Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta dan juga tanaman Coklat di Koto Tinggi, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat.  Daerah koto tinggi ini merupakan hasil pendampingan MPM kepada masyarakat pasca bencana alam Sumatera Barat, 30 September 2009 yang lalu. Setelah didampingi MPM, tanaman coklat yang sebagian terkena longsor itu telah berkembang dengan baik, terang Said.(arif)