LAZISMU Jalin Kesepakatan Bantuan Pendidikan dengan STIE Tazkia

Kepedulian LAZIS Muhammadiyah di ranah pendidikan sudah sejak awal ditanamkan ketika pertama kali berdiri. Dengan mengambil bentuk dari salah satu model pendayuganaannya, program bantuan bea-studi ini menjadi salah satu program tetap tahunan dan jumlahnya selalu meningkat. 
Wujud dari kepedulian itu, maka LAZISMU telah memberikan bantuan beastudi yang terangkum dalam program Sumber Daya Insani, yaitu beastudi kepada siswa-siswa sekolah (BeTA). Sedangkan bantuan pendidikan jenjang kesarjanaan, LAZISMU juga pernah menyalurkannya secara khusus dengan mempertimbangkan motivasi dan prestasinya, selain dari golongan kurang mampu atau anak yatim/piatu.

Perkembangan sistem ekonomi syariah kini semakin baik. Kebutuhan sumber daya manusia yang mumpuni dalam hal itu sangat dinantikan oleh institusi maupun lembaga keuangan manapun, termasuk LAZISMU. Atas dasar itulah, ketika ada pengajuan bantuan beastudi S1 siswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tazkia kemudian dikabulkan oleh LAZISMU.

Selang beberapa bulan, LAZISMU mendapat tawaran kerjasama pendidikan dari pimpinan STIE Tazkia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, yang tak lain ia juga adalah salah seorang anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, sejak periode 2000-2005 hingga sekarang. Alumni siswa SMA Muhammadiyah di Sukabumi ini juga pernah diberangkatkan oleh persyarikatan Muhammadiyah melanjutkan studinya ke Unversity of Yourdan guna memperdalam ilmu agamanya.

Pada hari Rabu (11/02) LAZISMU bersama STEI Tadzkia menggelar pertemuan silaturahmi sekaligus pendatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) yang menandai kerjasama pendidikan ini akan terjalin selama jangka waktu 5 tahun. Kerjasama beastudy secara langsung ditandatangi oleh M. Khoirul Muttaqin (Direktur LAZISMU) dan M. Syafii Antonio (Ketua STEI Tadzkia).

Poin-poin yang tercantum dalam MoU ini, seperti, pemberian beasiswa dari Lazis Muhammadiyah kepada mahasiswa STEI Tazkia tahun akademik 2008/2009 yang memiliki ghirah Islam yang tinggi, dengan lulus tes seleksi masuk STEI Tazkia (tertulis dan wawancara) serta berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan yang disahkan oleh Lurah atau tempat orang tua.

Lebih lanjut, bantuan beasiswa ini akan diputus atau dipindahkan bila mahasiswa penerima beasiswa meninggal dunia, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kurang dari 3,0 pada tiap akhir tahun akademik serta melanggar peraturan agama. MoU ini memiliki jangka waktu 5 tahun. Selain itu, menurut M. Khoirul Muttaqin, program bantuan bea-pendidikan ini bertujuan untuk memotivasi mereka yang berniat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi namun berasal dari keluarga tidak mampu dan punya prestasi.

Penandatangan MoU ini berlangsung di ruang sidang VIP lantai 2, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, yang disaksikan oleh kepala dan staf Humas STIE Tazkia serta staf program pendayagunaan LAZISMU. Pada akhir acara, Syafii Antonio memberikan kenang-kenangan kepada LAZISMU. Semoga dari kerjasama ini nantinya dapat melahirkan tokoh-tokoh ekonomi syariah yang handal.Amin.(weny)


You are here