BARANGKALI, menjadi amil adalah pekerjaan cukup menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Seluruh aktivitas LAZIS Muhammadiyah diarahkan pada upaya mengajak dan melayani umat untuk merasakan indahnya kedermawanan. LAZIS Muhammadiyah sangat optimis dengan silaturrahmi, cinta kasih, solidaritas, kepedulian dan tanggung jawab sosial dari pribadi maupun perusahaan, bila dikelola dengan baik mampu menjadi kekuatan hebat dalam melakukan perubahan sosial.

Kita sangat yakin bahwa zakat itu hebat. Kita pun yakin bahwa infaq, sedekah, wakaf dan berbagai bentuk kedermawanan itu juga hebat.

Muda Berdaya...

Untuk menggerakkan optimisme tersebut menjadi gerakan amal-nyata, tim LAZIS Muhammadiyah tak jarang bersilaturahmi langsung atau hadir melalui berbagai media yang disampaikan kepada masyarakat. Bahkan, untuk masifikasi gerakan juga terus berupaya membangun jejaring dan sinergi dengan berbagai pihak.

Para amil LAZIS Muhammadiyah adalah anak-anak muda yang energik, kreatif, progresif dan produktif. Mereka yang berusia 25-30 tahunan tersebut bukanlah sama sekali baru. Sebelumnya, moral dan mental mereka ditempa secara organis dalam 'kawah candradimuka' selama bertahun-tahun sejak pelajar sampai lulus sarjana hingga siap mendedikasikan dirinya bagi umat dan bangsa.

Slogan "Ternyata ZAKAT itu HEBAT" menjadi motivasi bagi tim LAZIS Muhammadiyah untuk menggiatkan berbagai terobosan program produktif dalam mendayagunakan zakat. Disamping memfasilitasi kegiatan dakwah dan kemanusiaan, juga giat mempromosikan program pembibitan 1000 pengusaha muda yang dikemas dalam "Youth Entrepreneurship Program" dan program "1000 Sarjana".

"Sebagai pekerja profesional kami diberi jam kerja. Tetapi kami bukan pekerja kantoran yang duduk diam dan menunggu sesuatu hadir. Kami adalah aktivis gerakan keumatan yang bekerja tak kenal waktu. Aktivitas kami hampir 2 kali lipat dari jam kerja." Demikian kira-kira gambaran aktivisme tim LAZIS Muhammadiyah yang memotret success history etos Jepang dan luar biasa dahsyat dampaknya bagi pemakmuran warganya.

Lahan Kedermawanan

Kecenderungan dermawan mengarahkan donasinya melalui LAZIS Muhammadiyah karena salah satu komitmen gerakannya dalam pendidikan. Ada puluhan ribu lembaga pendidikan Muhammadiyah dan lebih dari 90% diantaranya berada di jantung kemiskinan masyarakat dan menjadi tumpuan bagi keluarga tidak/kurang mampu. Siswanya berasal dari keluarga tidak/kurang mampu. Orang tua mereka kebanyakan adalah buruh tani, buruh pabrik, kuli, pedagang kaki lima dan berbagai profesi yang sama sekali tidak terikat jaminan kesejahteraan apapun. Mereka yang yatim/piatu ditampung dalam ribuan panti yang semuanya tersebar hampir diseluruh pelosok tanah air.

Sementara, perusahaan menyalurkan zakat atau kedermawanannya melalui LAZIS Muhammadiyah karena minatnya dalam pemberdayaan ekonomi mikro. Tentu, hal ini terkait dengan hadirnya Pusat Inkubasi LAZIS Muhammadiyah yang kini melakukan pendampingan terhadap Baitul Maal di 103 kecamatan dan pembibitan 1000 pengusaha muda.

Masyarakat tak perlu khawatir terhadap donasi atau sumbangannya yang disalurkan melalui LAZIS Muhammadiyah sebab setiap bulan dilaporkan ke publik melalui majalah MATAHATI, SM dan website www.lazismu.org yang dapat diakses kapan dan dimanapun. Setiap tahun LAZIS Muhammadiyah juga melakukan audit dan menyampaikannya ke masyarakat.

Semoga setiap amal para muzaki/dermawan mensucikan harta dan jiwa.